Sejarah Singkat STAI Al-Yasini Pasuruan

Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren

Sejarah Singkat STAI Al-Yasini Pasuruan

3 Februari 2020 Sejarah 0

Keberadaan institusi pendidikan menjadi salah satu asset dan kekuatan setrategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak dapat terbantahkan, bahwa institusi pendidian memiliki fungsi dalam membentuk dan mengembangkan kepribadian masyarakat agar mampu menghadapi tuntutan perkembangan dan kebutuhannya, khususnya dalam dunia akademik dan ketenaga kerjaan.

STAI Al–Yasini, sejak berdiri dua tahun yang lalu menjadi titik tolak perekembangan ilmu pengetahuan agama Islam berbagai jurusan yang ada seperti hokum ekonomi syari’ah dan pendidikan bahasa arab, kini mulai mendapat ruang dan peran positif dalam mengisi kebutuhan publik yang terlibat secara aktif dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Lokasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIA) Al-Yasini berada di lingkungan Pondok Pesantren Terpadu Miftahul Ulum Al-Yasini yang bertugas menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

Kehadiran STAI Al-Yasini pada awalnya di dorong oleh keinginan luhur dan panggilan tanggungjawab moral pengurus Yayasan Pondok Pesantren Terpadu Miftahul Ulum Al-Yasini ,yakni,

  • Penyelenggaraan pendidikan harus dilaksanakan secara profesional dalam kerangka menghasilkan mutu lulusan yang baik dengan bekal keilmuan yang kuat.
  • Untuk mewujudkan pengelolaan, penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran yang bermutu dan bermartabat diperlukan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi akademik yang cukup
  • Guna memperoleh tenaga pengelola dan pendidik yang kompeten dengan kemampuan akademik yang memadai, diperlukan pendidikan, bimbingan dan pengetahuan yang relevan salah satunya dengan menaikan derajat pengalaman dan persyaratan formal (berijazah sarjana kependidikan).
  • Terdapatnya ketimpangan yang sangat signifikan khususnya di basis in-pout antara tenaga kependidikan yang memenuhi standart kualifikasi sebagai tenaga pendidik (berijazah sarjana kependidikan) dengan non kependidikan.
  • Dengan melihat perkembangan para santri khususnya di Pondok Pesantren Terpadu Miftahul Ulum Al-Yasini tahun demi tahun yang selalu bertambah dan berkembang disamping memperhatikan kecenderungan kuat bagi lulusan Madrasyah Aliyah Negeri, SMKN, dan SMA di lingkungan Pondok Pesantren Terpadu Miftahul Ulum Al-Yasini maupun kecenderungan wilayah basis in-pout

( Kec. Kraton, Kec. Wonorejo, Kec. Tutur, Kec. Kejayan, Kec. Pandaan, Kec. Sukorejo, Kec. Bangil dan Kec. Pohjentrek  dll), yang berminat melanjutkan studi lanjutan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terutama keperguruan tinggi agama seperti IAIN, UIN, STAIN dan perguruan tinggi yang berbasis agama lainnya.

Tingkat kesadaran masyarakat dalam melanjutkan studi keperguruan tinggi masih dihadapkan pada persoalan yang cukup serius yakni tingkat dan pendapatan ekonomi orang tua yang rata-rata relatif rendah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *